728x90 AdSpace

  • Latest News

    Thursday, 31 December 2015

    Kejagung akan Blokir Harta Yayasan Supersemar Bentukan Soeharto

    Jaksa Agung M Prasetyo/Foto: Herianto Batubara

    Jakarta - Mahkamah Agung (MA) memutus bersalah Yayasan Supersemar terkait kasus penyimpangan penyaluran dana beasiswa. Kejaksaan Agung akan membantu memblokir harta yayasan bentukan Soeharto yang diwajibkan membayar denda lebih dari Rp 4,4 triliun itu.

    "Tugas kita membantu verifikasi dan menelusuri aset-aset dari Supersemar," ujar Jaksa Agung M Prasetyo di kantornya, Kebayoran Baru, Jaksel, Rabu (30/12/2015).

    Prasetyo mengatakan pihaknya sudah memverifikasi adanya saham Yayasan Supersemar di sejumlah aset milik keluarga Soeharto. Agar Yayasan Supersemar melunasi denda kepada negara, Kejagung akan melakukan pemblokiran. 

    "Ada di situ sebagian saham (Supersemar) yang ada di Kosgoro, ada di Granadi, tanah di Mega Mendung, termasuk beberapa deposito di beberapa bank. Kita akan minta untuk diblokir dan bank tampaknya mau bekerjasama dengan kita," ujar Prasetyo.

    Dia berharap agar Yayasan Supersemar secara sukarela melunasi denda kepada pengadilan. Sedangkan eksekusi menjadi kewenangan Pengadilan Negeri Jaksel.

    "Putusan sepenuhnya menjadi kewenangan pengadilan negeri. Sejak awal kita berharap Supersemar mau sukarela untuk memenuhi keputusan pengadilan dan MA. Mereka dikenakan kewajiban membayar Rp 4,4 triliun kepada negara," kata Prasetyo.

    "Tapi kalaupun tidak, kembali lagi ke PN bagaimana mekanime eksekusi nanti," lanjutnya.

    Yayasan Supersemar divonis bersalah oleh PN Jaksel karena menggunakan dana beasiswa untuk keperluan yang tidak berkaitan dengan pendidikan selama periode 1989-1993. Putusan tersebut diperkuat oleh vonis Pengadilan tinggi DKI Jakarta pada tingkat banding. 

    Pada Oktober 2010, Yayasan Supersemar mengajukan kasasi ke MA namun tidak diterima sepenuhnya. MA yang menerima sebagian permohonan pemerintah menjatuhkan denda sebesar 75 persen dari Rp 185 juta kepada Yayasan Supersemar di mana seharusnya besaran denda adalah 75 persen dari Rp 185 miliar.

    "Saya berharap penanganan perkara Supersemar akan secepatnya selesai. Akan bermanfaat bagi kepentingan negara ini," kata Prasetyo.

    Kejagung kemudian mengajukan peninjauan kembali (PK) terkait kasasi yang diajukan Yayasan Supersemar. Tak mau kalah, Supersemar juga ikut mengajukan PK.

    Setelah pergulatan panjang, MA akhirnya mengabulkan PK negara dan menolak PK Supersemar sehingga mereka harus membayar denda sebesar Rp 4,4 triliun lebih tahun ini.


    (elz/fdn)
    http://news.detik.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kejagung akan Blokir Harta Yayasan Supersemar Bentukan Soeharto Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top