728x90 AdSpace

  • Latest News

    Sunday, 21 February 2016

    Pendidikan seks dini dinilai masih kurang bagi anak

    Diskusi pendidikan seks dini. ©2016 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin

    Merdeka.com - Koordinator Presidium Forum Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI), Agung Sedaya memaparkan pendidikan seksual baik terhadap anak masih menjadi barang langka di Indonesia. Keluarga, lingkungan, hingga sekolah menjadikan isu seksual hal yang tabu untuk dibicarakan.

    "Itu yang menyebabkan anak secara diam-diam mencari tahu sendiri melalui berbagai sarana dan pergaulan di luar pengawasan orang tuas," ucapnya di acara diskusi 'LGBT dan Pedofilia: Menyelamatkan Anak dari Eksploitasi Seksual' yang diselenggarakan di D'Resto Cafe, Jakarta Selatan, Minggu (21/2).

    Agung menjelaskan jika soal seksual tidak diketahui sejak dini kemungkinan anak menjadi rentan terjerumus dalam pergaulan bebas. "Anak yang belum paham itu akan menjadi rentan menjadi korban eksploitasi seksual orang dewasa," tambahnya.

    Menurutnya, salah satu bentuk eksploitasi seksual terhadap anak adalah akun twitter @GayKids_botplg. Akun tersebut, menurutnya memajang dan memamerkan foto dan indentitas anak-anak usia SMP atau SMA yang mereka sebut anak-anak gay.

    Agung menilai perbuatan eksploitasi seksual, perdagangan anak, dan praktik pedofilia sebuah kejahatan serius. "Polisi harus tegas menindak dan menghukum siapapun pelakunya," tandasnya.

    [bal]
    http://www.merdeka.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pendidikan seks dini dinilai masih kurang bagi anak Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top