728x90 AdSpace

  • Latest News

    Wednesday, 9 March 2016

    "Aku Tobat, Enggak Mau Jadi Preman Lagi, Mak"

    Kasat Sabhara Polresta Medan Kompol Siswandi saat menghukum para preman di sejumlah pasar tradisional. Para preman ini akan dipakaikan baju bertuliskan 'Aku Tobat..Nggak Mau Jadi Preman Lagi Mak'.

    MEDAN, KOMPAS.com - Tim Pemburu Preman (TPP) Polresta Medan menjaring puluhan preman berkedok juru parkir liar di sejumlah pasar tradisional, Selasa (8/3/2016).
    Sedikitnya 20 orang preman yang mengutip uang secara paksa, juru parkir yang mengutip uang tanpa dilengkapi atribut resmi, serta pemalak terjaring dalam penertiban oleh personel Sabhara Polresta Medan itu.
    Kepala Polres Kota Medan Komisaris Besar Polisi Mardiaz Kusin Dwihananto menyebutkan, mereka akan mendapatkan pembinaan secara fisik dan membuat pernyataan. Mereka juga diwajibkan bekerja bakti di lingkungan Polresta Medan.
    "Munculnya kejahatan jalanan sebenarnya dari premanisme. Nantinya preman-preman ini akan kita bina secara fisik di lingkungan Polresta Medan, dikorve. Artinya preman bekerja secara gotong-royong," kata Mardiaz, Selasa.
    Mereka yang terjaring dalam operasi itu juga wajib membersihkan lingkungan di tempat penangkapan. Mereka diberi baju khusus bertuliskan, "Aku Tobat... Enggak Mau Jadi Preman Lagi, Mak".
    Mardiaz mengatakan, penertiban preman akan terus berkelanjutan sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
    Jika mereka tertangkap lagi, maka akan disuruh mengguanakan baju "tobat" sambil membersihkan lingkungan. Ini bertujuan untuk menimbulkan efek jera terhadap para preman.
    "Setelah korve (kerja bakti), baju itu dilepas, bukan untuk dibawa pulang," kata dia.
    Kepala Satuan Sabhara Polresta Medan Komisaris Polisi Siswandi mengatakan, puluhan preman, pemalak, dan pelaku pungutan liar berkedok juru pakir liar dijaring di beberapa pasar tradisional, seperti Pasar Seikambing, Pasar Kampung Lalang, dan Pasar Brayan.
    Penertiban juga dilakukan di lokasi lain yang rawan terjadinya premanisme.
    "Mereka dikorve dan dipakaikan baju tobat. Ini hukuman ringan agar menimbulkan efek jera," kata Siswandi.
    Penulis: Kontributor Medan, Mei Leandha
    Editor: Laksono Hari Wiwoho
    http://regional.kompas.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: "Aku Tobat, Enggak Mau Jadi Preman Lagi, Mak" Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top