728x90 AdSpace

  • Latest News

    Tuesday, 15 March 2016

    Kemenhub: Uber dan GrabCar Tak Pernah Penuhi Ketentuan yang Berlaku

    Foto: BBC Magazine

    Jakarta - Pemerintah berencana memblokir aplikasi Uber dan GrabCar. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menegaskan mereka tak pernah memenuhi ketentuan yang berlaku untuk menjalankan usahanya baik di bidang transportasi maupun di bidang perangkat lunak.

    "Kepada Uber dan GrabCar untuk memenuhi ketentuan yang berlaku yang sampai sekarang tidak pernah dipenuhi," ujar Kepala Biro Informasi dan Komunikasi Publik Kemenhub JA Barata saat dikonfirmasi detikcom, Senin (14/3/2016). 

    Barata menjelaskan ketentuan yang tak dipenuhi itu adalah membentuk badan hukum, tak memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) alias tidak membayar pajak, kendaraan tak memenuhi persyaratan keselamatan dengan uji berkala, tak memakai pelat kuning (pelat untuk angkutan umum), dan asuransi untuk angkutan umum yang diberlakukan. 

    Untuk Grab, yang diblokir untuk GrabCar hanyalah untuk aplikasi pemesanan angkutan mobil roda 4 saja. Sedangkan untuk GrabBike tidak termasuk. 

    "Peraturan yang ada memberlakukan dan mengatur mengenai pertaksian. Sementara untuk yang lain-lain tidak diatur, jadi memang (roda dua) tidak terkait sama aturan itu," jelas Barata. 

    Ditanya mengenai kemungkinan membuat peraturan yang mengatur taksi dan transportasi online, Barata menjawab, "UU yang ada saja mereka nggak penuhi kok. Kami lihat lagi nanti bisa sudah memenuhi peraturan perundangan yang berlaku. Kalau masalah aplikasi, semua perusahaan bisa menggunakan di mana saja untuk kemudahan. Blue Bird pakai aplikasi, Express pakai aplikasi."

    Sebenarnya, kata Barata, pihak Kemenhub tidak ada masalah kalau taksi online dan reguler bersaing dengan persyaratan yang sama. Namun yang terjadi taksi reguler membayar pajak dan taksi online tidak. 

    "Bersaing mereka tidak fair. Kami sudah berusaha memberi tahu tapi itu nggak kunjung dilakukan sampai sekarang," jelas Barata. 

    Untuk GrabTaxi, pihak Kemenhub tidak mempermasalahkan karena GrabTaxi bekerja sama dengan angkutan umum yang legal, jadi tidak masalah. Lantas bagaimana dengan dalih bahwa GrabCar ini rental?

    "GrabCar ini pakai pelat hitam, rental ilegal," jawab Barata.

    Lantas bagaimana pula dengan fenomena omprengan, angkutan pelat hitam yang ada di beberapa titik di Jakarta? Apa mereka tak ikut ditindak?

    "Ya, itu pelanggaran. Cuma kami nggak bisa jelas, bagaimana membuktikannya? Mungkin nungguin saudaranya, kami kan nggak tahu," dalih Barata. 
    (nwk/nrl)

    http://news.detik.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kemenhub: Uber dan GrabCar Tak Pernah Penuhi Ketentuan yang Berlaku Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top