728x90 AdSpace

  • Latest News

    Wednesday, 12 October 2016

    Gila Kerja dan Sering Lembur, Apakah Termasuk Dalam Gangguan Jiwa?

    Foto: Getty Images

    Jakarta, Kasus karyawati asal Jepang yang diduga bunuh diri karena terlalu sering lembur menarik perhatian publik. Sampai mana batas bekerja yang aman dan tidak mengganggu kondisi kejiwaan seseorang?

    Pakar kesehatan jiwa dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, dr Andri, SpKJ, FAPM, mengatakan memang ada orang-orang yang senang bekerja. Golongan dikenal sebagai workaholic atau gila kerja.

    "Idealnya itu buat tubuh dan otak ya, kita kerja 8 jam, tidur 8 jam, rekreasi 8 jam. Tapi ada yang memang di kerjanya 12 jam atau sampai 16 jam karena memang senang di situ, dan ini bukan termasuk dalam gangguan jiwa ataupun masalah kejiwaan apapun," tutur dr Andri, dalam perbincangan dengandetikHealth.

    Alasan mengapa seseorang bisa menjadi gila kerja pun bermacam-macam. dr Andri menekankan ada perbedaan mendasar antara senang bekerja dengan menghabiskan waktu lebih banyak di kantor daripada di rumah.

    Orang-orang yang senang bekerja memiliki prestasi yang berbanding lurus dengan performanya. Di sisi lain, ada orang yang memang kurang baik menata waktu di kantor sehingga pekerjaannya selesai lebih lambat daripada seharusnya.

    "Bisa karena terpaksa, misalnya karena himpitan ekonomi, atau mengejar target tertentu yang diingankan. Atau malah malas pulang ke rumah, karena mungkin sedang bermasalah sama istri atau keluarga, kita nggak tahu kan. Jadi banyak sebabnya,"

    Untuk itu, ada baiknya jika Anda merefleksikan diri. Jika Anda termasuk workaholic, ada baiknya Anda segera mencari pertolongan ahli. Bekerja secara berlebihan bisa membuat seseorang tidak memperhatikan kondisi kesehatan dan sinyal-sinyal bahaya yang dikeluarkan oleh tubuh, sehingga sistem kekebalan tubuh (imunitas) menurun dan lebih rentan terkena penyakit. Selain itu, stres yang tersimpan di tubuh akan mengendap dan membuat kualitas hidup berkurang.

    Lalu, apa saja ciri-ciri Anda sudah bekerja terlalu keras? 

    1. Membawa pekerjaan saat hangout

    Membawa kebiasaan dan perilaku bekerja saat kumpul-kumpul atau hang-out adalah kesalahan besar. Ketika sedang bersosialisasi sebaiknya berikan perilaku yang santai dan jangan terlalu serius, sehingga bisa membuat tubuh menjadi lebih rileks.

    2. Masih bekerja jelang pernikahan

    Seorang calon pengantin dan sebuah pernikahan seharusnya tidak boleh dipengaruhi oleh pekerjaan, tapi jika masih sibuk bekerja menjelang penikahan adalah tanda sudah berlebihan. Pengantin sebaiknya lebih bersikap rileks serta santai menjelang dan saat menikah.

    3. Malas berkumpul dengan keluarga

    Ciri lainnya adalah memiliki pemikiran kumpul bersama keluarga adalah pemborosan waktu, maka ini sudah menjadi sinyal bahaya dan menjadi tanda pertama bahwa Anda seorang 'workaholic'.

    Momen berkumpul bersama keluarga seharusnya menjadi saat yang menyenangkan. Selain bisa melepaskan diri dari stres, Anda juga bisa mendapat interaksi sosial yang penting bagi kesehatan mental.

    4. Susah santai

    Terlalu cepat dan jalan dengan tergesa-gesa mungkin tidak disadari oleh si empunya tubuh, tapi orang lain bisa melihat. Jika sudah ada orang yang berkomentar seperti itu, maka buatlah prioritas dan berikan slot waktu untuk beristirahat atau bersantai.

    Tidak peduli seberapa sibuknya kegiatan, memiliki waktu untuk diri sendiri adalah hal yang penting. Namun hati-hati, jika Anda merasa sangat senang karena akhirnya bisa punya waktu untuk diri sendiri, maka itu tanda yang cukup jelas bahwa Anda terlalu banyak bekerja.


    (mrs/up)
    http://health.detik.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    1 comments:

    1. Halo, nama saya Yusi Retnowati dari Indonesia, silahkan saya sarankan semua orang di sini harus sangat berhati-hati, karena ada begitu banyak lender pinjaman palsu di internet, tetapi mereka masih yang asli di perusahaan pinjaman palsu. Saya telah scammed oleh 8 lender pinjaman yang berbeda, saya kehilangan begitu banyak uang karena saya mencari pinjaman dari perusahaan mereka. Aku hampir mati dalam proses karena saya ditangkap oleh orang-orang saya karena utang.

      Saya hampir menyerah sampai saya mencari nasihat dari seorang teman yang memperkenalkan saya ke pemberi pinjaman kredit asli dan perusahaan yang sangat handal yang Karen Mark Keuangan Perusahaan Pinjaman yang saya dapatkan pinjaman saya sebesar 500 juta rupiah indonesia (Lima ratus juta indonesian rupiah) di kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres yang pada tingkat bunga rendah dari 2%. Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa rekening bank saya dan menemukan jumlah pinjaman yang saya minta ditransfer ke rekening bank saya tanpa penundaan atau kekecewaan, jadi saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres dari Ibu Karen Mark.

      Saya ingin Anda percaya Ibu Karen Mark sepenuh hati karena dia telah benar-benar membantu dalam hidup saya. Anda sangat beruntung memiliki kesempatan untuk membaca kesaksian ini hari ini. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan hubungi perusahaan melalui email: (karenmarkfinancialloancompany@gmail.com)
      Anda juga dapat menghubungi saya melalui email saya, jika Anda menemukan kesulitan untuk mengajukan pinjaman dari perusahaan. (Yusiretnowati010@gmail.com). Tuhan membantu Anda dan sangat berhati-hati

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Gila Kerja dan Sering Lembur, Apakah Termasuk Dalam Gangguan Jiwa? Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top