728x90 AdSpace

  • Latest News

    Tuesday, 25 October 2016

    Google Tak Bayar Pajak, Menkominfo: Secara Teknis Bisa Saja Diblokir

    Foto: Achmad Rouzni Noor II

    Jakarta - Pemerintah sedang membidik Google Asia Pasific Pte Ltd karena belum membayar pajak kepada Indonesia. Menurut Menkominfo Rudiantara, pemerintah bisa saja memblokir Google jika tidak membayar pajak, tetapi harus lihat realisasinya.

    "Ya realistis secara teknis ya bisa-bisa saja (diblokir), cuman kan pertimbangannya jadi banyak. Cuman kan saya realistis bisa selesai, tapi ya masalahnya di angka berapa dan bagaimana cara bayarnya," ujar Menkominfo Rudiantara, di Grand Sahid, Jakarta Selatan, Senin (24/10/2016).

    Ia mengatakan Google sebenarnya memiliki niatan untuk membayar pajak. Hal itu disampaikan saat Rudiantara bertemu dengan Google.

    "Mereka terangkan, tidak menolak sebetulnya, maklumlah perusahaan internasional mereka punya legal council sendiri, punya tax council(konsultan pajak) masing-masing. Mereka katakan tidak ada niat kami untuk menolak," ujar Rudiantara.

    Rudiantara menyebut jika tidak ada niat menolak, maka Google harus bertemu dengan DJP. Sebab antara Google dan DJP harus duduk bersama menghitung besaran pajak yang harus dibayar semestinya.

    "Kalau tidak ada niat menolak, kami sampaikan niat baiknya duduk, bicarakan seperti apa bahwa bayarnya bagaimana, membayar caranya gimana silahkan ke DJP," ujar Rudiantara.

    Dia menyebut bahwa Google meminta untuk negosiasi. Namun, Rudiantara menyarankan untuk bertemu dengan DJP untuk membicarakan mekanisme pembayarannya dan berapa jumlahnya.

    Ia pun melanjutkan, dirinya akan memfasilitasi Google agar bisa menyelesaikan kewajibannya di Indonesia. Menurutnya, pembayaran pajak oleh Google bukan semata untuk mengincar pendapatan negara, tapi juga untuk menciptakan persaingan usaha yang adil. 

    Menurutnya setiap perusahaan yang memperoleh pendapatan dari masyarakat Indonesia, haruslah dikenakan pajak di Indonesia.

    "Faktanya itu secara aturan, bisnis itu harus bayar pajak, itu aturan. Faktanya orang kalau bisa nggak bayar pajak ya mereka nggak bayar pajak," ujar Rudiantara.

    Namun, dia ingin menciptakan kesetaraan antara pemain lokal dan internasional, apalagi perusahaan jenis Over The Top (OTT). Menurutnya bagaimana jika diterapkan hal itu untuk mengembangkan minat dalam negeri.

    "Kenapa saya bersikeras untuk masalah pajak ini karena kita pemerintah harus memberikan level playing field kepada siapapun apakah itu pemain OTT internasional maupun nasional. Kalau enggak, gimana kita bisa menumbuhkembangkan minat di dalam negeri," kata Rudiantara.

    Selain itu, dia juga menyebut adanya kemungkinan Indonesia mengikuti Inggris dalam mengejar pajak Google. Inggris sendiri membawa Google ke dalam parlemennya dan menuding Google tidak bermoral.

    Selain itu, jika tidak mau mendirikan BUT maka perusahaan OTT akan dikenakan denda yang lebih mahal jika tidak mendirikan BUT. Namun, hal tersebut tergantung DJP menghitung besaran pajaknya.

    "Bisa saja, tapi itu tergantung cara teman-teman pajak buat cara menghitungnya, membayarnya, memajakinya dan berapa besarnya dari teman-teman pajak," ujar Rudiantara. (dna/dna)

    http://finance.detik.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Google Tak Bayar Pajak, Menkominfo: Secara Teknis Bisa Saja Diblokir Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top