728x90 AdSpace

  • Latest News

    Tuesday, 11 October 2016

    Jepara dan Bangka Dinilai Aman Untuk Proyek PLTN

    Foto: reuters.com

    Jakarta - Secara geologis, posisi Indonesia cukup rawan karena berada di jalur 'ring of fire' alias cincin api. Gempa tektonik maupun letusan gunung berapi akrab di wilayah Indonesia. 

    Meski demikian, menurut Badan Teknologi Nuklir Nasional (Batan), pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) tetap memungkinkan di beberapa wilayah Indonesia.

    Batan telah melakukan studi tapak di Jepara, Jawa Tengah, dan Pulau Bangka. Hasilnya, kedua wilayah itu cocok untuk PLTN karena tidak berada di daerah rawan gempa.

    "Yang sudah kita lakukan studi tapak itu di Jepara, Bangka," kata Kepala Batan, Djarot Sulistio Wisnubroto, dalam diskusi di Russian Center of Science and Culture, Jakarta, Selasa (11/10/2016).

    Selain Jepara dan Bangka, pemerintah daerah di beberapa wilayah yang tidak rawan gempa seperti Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Batam juga ingin memiliki PLTN di daerahnya. "Yang punya keinginan itu di Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Otorita Batam," ungkap Djarot.

    Menurut Djarot, PLTN aman di wilayah-wilayah seperti Kalimantan, Bangka, dan Batam. "Ada daerah-daerah yang rawan gempa seperti di Jawa, Sumatera Barat, Aceh. Tapi ada juga yang frekuensi gempanya rendah seperti di Kalimantan, Bangka, dan Batam," tukasnya.

    Beberapa negara, di antaranya adalah Rusia, Jepang, dan China, telah menawarkan kerja sama pengembangan PLTN di Indonesia. "Kalau dari sisi teknologi, kita bisa mengadopsi misalnya dari Rusia, Jepang, atau mungkin China," ucap Djarot.

    Untuk meminimalkan risiko, Indonesia bisa memilih teknologi dari berbagai negara yang sudah menawarkan kerja sama. Djarot menggarisbawahi, jika ingin membangun PLTN, Indonesia harus memilih teknologi yang paling mutakhir, tahan gempa dan tsunami.

    "Kita belajar dari Fukushima. Yang harus kita perhatikan, pilih teknologi yang mampu menghadapi tsunami dan gempa. Kedua, pilih teknologi paling mutakhir," tegasnya.

    Tetapi pembangunan PLTN belum dapat dilakukan di Indonesia. Sebab, Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang disusun pemerintah menyebutkan, nuklir adalah sumber energi pilihan paling terakhir yang baru dikembangkan bila sumber-sumber energi lain tidak memungkinkan. (wdl/wdl)

    http://finance.detik.com/
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Jepara dan Bangka Dinilai Aman Untuk Proyek PLTN Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top