728x90 AdSpace

  • Latest News

    Tuesday, 11 October 2016

    Lelah jadi antek AS, Duterte revisi perjanjian militer

    Rodridgo Duterte dilantik jadi presiden Filipina. ©2016 Merdeka.com

    Merdeka.com - Presiden Filipina Rodrigo Duterte merevisi perjanjian militer antara Amerika Serikat dengan negaranya. Duterte meminta agar 28 latihan tahunan AS dan Filipina dihentikan tahun ini.
    Duterte menghentikan latihan militer kedua negara sebagai pemenuhan janjinya untuk menyudahi 65 tahun aliansi militer yang dibuat pendahulunya dengan Negeri Paman Sam tersebut.
    Mantan wali kota Davao ini mengatakan, Filipina memperingatkan Washington untuk tidak memperlakukan negaranya seperti 'keset'.
    "Tahun ini akan jadi yang terakhir," ucap Duterte, merujuk pada latihan militer dengan AS dalam sebuah pidato di selatan Kota Davao, Jumat lalu, seperti dikutip dari The Independent, Selasa (11/10).
    "Selama saya menjabat, jangan pernah memperlakukan kita seperti sebuah alas kaki di depan pintu, karena kalian akan mendapatkan ganjarannya. Saya tidak akan berbicara pada kalian. Saya akan selalu berpihak pada China," lanjutnya.
    Langkah ini diambil Duterte karena dia merasa terlalu banyak hal di negaranya yang berhubungan dengan Negeri Adi Daya tersebut. Sebanyak 107 tentara Amerika ikut dalam operasi pengamatan lewat pesawat tanpa awak, melawan militan Islam.
    "Dia akan meminta mereka (tentara AS) untuk meninggalkan Filipina," ujar Menteri Pertahanan, Delfin Lorenzana.
    Lorenzana mengatakan dia akan meminta pada Kongres Filipina untuk membayar kompensasi bantuan militer AS sebanyak USD 50 juta hingga USD 100 juta per tahunnya.
    "Kita sudah menjadi rekanan sejak 1951. Semua yang kita dapatkan hanya 'manut' tanpa peralatan baru. AS telah gagal untuk membantu kita menjadi lebih baik di kawasan," sambung dia.
    Duterte seperti sangat membenci AS lantaran menurut dia, Negeri Paman Sam terlalu ikut campur dalam urusan negaranya, salah satunya adalah perang narkoba yang dia ciptakan. Presiden AS meminta Duterte untuk menghentikan perang narkoba Filipina karena dianggap merupakan pembunuhan tanpa peradilan.
    Mantan wali kota Davao bahkan menyebut Obama 'brengsek' karena pernyataannya dia itu.
    [ard]
    https://www.merdeka.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Lelah jadi antek AS, Duterte revisi perjanjian militer Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top