728x90 AdSpace

  • Latest News

    Thursday, 27 October 2016

    Pesan Berantai Penculikan Anak Modus Menyamar Jadi Driver Ojek Online

    Ilustrasi oleh: Andhika Akbarayansyah/detikcom

    Jakarta - Kabar soal percobaan penculikan di wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, viral lewat WhatsApp. Pelaku disebut menyamar menjadi driver ojek online.

    Dalam pesan itu disebut peristiwa ini terjadi di SDIT Al Uswah Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ada seorang driver ojek online yang datang ke sekolah mengaku disuruh orang tua untuk menjemput siswa bernama Khansa pulang ke rumah.

    Wali kelas merespons dengan meminta driver ojek online itu menunggu di luar kelas agar dirinya mengonfirmasi lebih dulu ke orang tua Khansa. Driver ojek online ini kemudian menawarkan wali kelas menelepon orang tua siswa tersebut via handphone-nya. Wali kelas menolak. 

    Orang tua Khansa yang ditelepon wali kelas kemudian mengaku sama sekali tidak memesan ojek online. Apalagi rumah mereka letaknya cukup dekat dengan sekolah.

    Wali kelas pun keluar kelas untuk menemui driver ojek online ini, namun dia sudah tidak ada. Driver ojek online ini sudah pergi meninggalkan lokasi.

    Pesan yang beredar ini disebut dari dewan guru dan disebarkan ke semua grup wali murid. Berikut pesan lengkap yang beredar via WhatsApp tersebut:

    Assalamualaikum wr wb.
    Mama semua rahimakumullah...

    Dengan ini kami menginfokan bahwa tadi siang sekitar pukul 13.15 WIB terjadi peristiwa yang menggugah kesadaran kita akan pentingnya kewaspadaan dan kesegeraan untuk menjemput putra-putri kita selepas pulang sekolah. Adapun kronologi peristiwanya sebagai berikut:

    Saat anak-anak kelas 2-6 salat dzuhur berjamaah di masjid, datanglah seorang laki-laki yang mengaku sebagai driver GrabBike dan ini terlihat dari jaket yang dikenakan. Dia mengaku disuruh ortu kelas 1 bernama khansa untuk menjemput pulang ke rumahnya. Oleh wali kelas direspons dengan meminta driver menunggu di luar kelas sementara wali kelas akan konfirmasi terlebih dulu ke ortu Khansa. 

    Ternyata driver menawarkan wali kelas untuk menelpon via HP-nya dengan alasan langsung bicara ke ayah Khansa. Wali kelas menolak dan ternyata setelah dikonfirmasi ortu Khansa tidak mengorder Grab sama sekali. Apalagi rumah Khansa dekat dari sekolah. Setelah jelas masalahnya, wali kelas pun keluar dan driver sudah tidak didapati lagi di luar kelas alias sudah kabur.

    Hasbunallah wa ni'mal wakii. Allah masih melindungi putra-putri kita.

    Untuk itu diminta dengan sangat agar kita semua waspada dan segera menjemput ke sekolah selepas anak-anak pulang. Demikian pemberitahuan dari kami. Mohon maaf dan jazakumullah atas perhatian ayah bunda.

    Investigasi:

    detikcom mencoba melakukan penelusuran soal pesan yang beredar ini. Kapolsek Jagakarsa Kompol Sri Bhayangkari yang dikonfirmasi detikcom mengaku juga mendapatkan laporan soal kasus ini.

    Kompol Sri mengatakan, dirinya sudah menindaklanjuti kasus ini dengan meminta jajarannya melakukan penelusuran. Bhabinkamtibmas telah datang ke SDIT Al Uswah Jagakarsa dan menemui pihak sekolah.

    "Menurut keterangan kepala sekolah isu itu tidak benar atau hoax," ujarnya saat dihubungi detikcom, Kamis (27/10/2016).

    Kesimpulan:

    Kabar soal adanya percobaan penculikan di SDIT Al Uswah Jagakarsa, Jakarta Selatan, ini tidak benar atau hoax. 

     Pesan Berantai Penculikan Anak Modus Menyamar Jadi Driver Ojek OnlineFoto: Andhika Akbarayansyah

    Meski begitu, orang tua dan pihak sekolah tidak ada salahnya meningkatkan kewaspadaan. Sebab, seorang warga di Tanah Baru, Depok, Jawa Barat, pernah mengalami kasus seperti ini. 

    (hri/hri)
    http://news.detik.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Pesan Berantai Penculikan Anak Modus Menyamar Jadi Driver Ojek Online Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top