728x90 AdSpace

  • Latest News

    Friday, 14 October 2016

    Siswa Merokok di Samping Guru, Sosiolog: Ada Masalah di Sistem Pendidikan

    Foto: M Nur Abdurrahman/detikcom

    Jakarta - Foto seorang siswa SMA duduk di kursi di samping guru, merokok, dan menaikkan kakinya menjadi viral di media sosial. Perilaku siswa itu disayangkan oleh Sosiolog UI Daisy Indira Yasmin.

    "Fenomena itu menunjukkan memang ada masalah di sistem pendidikan kita. Sistem sekolahnya enggak jelas, harusnya gurunya marah kecuali memang sengaja dibuat. Kalau kejadian yang sebenarnya merokok di sekolah kan aturannya jelas dilarang," tegas Daisy saat berbincang dengan detikcom Kamis (13/10/2016).

    Menurut Daisy sejak usia dini anak-anak di Indonesia sudah diwajibkan mengenyam pendidikan. Jadi sudah seharusnya pendidikan menjadi agen pembentukan karakter.

    "Padahal salah satu fungsi pendidikan adalah mengajarkan kebaikan, sopan santun, tata krama dan pendidikan karakter. Karena manusia sejak usia 7 tahun masuk pendidikan sampai umur 18 tahun bahkan hingga usia 20-an itu berada di dalam pendidikan. Makanya pendidikan itu agen sosialisasi penting," ujar dia.

    "Kalau dalam konteks riilnya ada masalah dalam sistem pendidikan kita. Terlepas dari anaknya, institusi pendidikan itu adalah institusi yang membentuk karakter manusia," sambungnya.

    Daisy menyebut media sosial dimanfaatkan sebagai media untuk eksistensi diri. Jumlah view menjadi motivasi netizen untuk mengunggah foto atau video yang ekstrem.

    "Fenomena upload foto di medsos itu sebuah gaya hidup anak muda sekarang untuk mengekspresikan diri, ada pesan yang disampaikan melalui foto. Anak muda mencari ruang eksistensi dirinya melalui upload foto atau video atau adegan ekstrem," katanya.

    "Seseorang di internet dinilai berapa jumlah view, like, akhirnya mempengaruhi orang untuk membuat foto atau video atau adegan ekstrem. Gejala baru di media sosial bukan dilihat dari sosial tapi viewnya," sambungnya.

    Tak hanya itu bagi masyarakat di era digital dan serba virtual ini jumlah likes atau view menjadi salah satu bentuk pengakuan soal eksistensi dirinya. Bahkan sekarang ini fenomena ini sudah mengarah tak lagi soal eksistensi semata melainkan sebuah industri.

    "Di masyarakat digital bukan eksistensi tapi jadi industri artinya semakin banyak view banyak uang, banyak endorse. Sekarang ini makin banyak seleb medsos. Itu juga jadi industri bukan sekedar narcicism, apa yang kamu upload mempengaruhi apa yang kamu dapat. Oleh karenanya penting dikaji kalau melihat foto-foto di medsos," tutupnya. 


    (ams/jor)
    http://news.detik.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    2 comments:

    1. KABAR BAIK!!!

      Nama saya Aris. Saya ingin menggunakan media ini untuk mengingatkan semua pencari pinjaman sangat berhati-hati karena ada penipuan di mana-mana. Beberapa bulan yang lalu saya tegang finansial, dan putus asa, saya telah penipuan oleh beberapa pemberi pinjaman online. Saya hampir kehilangan harapan sampai Tuhan menggunakan teman saya yang merujuk saya ke pemberi pinjaman sangat handal disebut Ibu Cynthia meminjamkan pinjaman tanpa jaminan dari Rp800,000,000 (800 Juta) dalam waktu kurang dari 24 jam tanpa tekanan atau stres dengan tingkat bunga hanya 2%.

      Saya sangat terkejut ketika saya memeriksa saldo rekening bank saya dan menemukan bahwa jumlah yang saya diterapkan untuk dikirim langsung ke rekening saya tanpa penundaan. Karena saya berjanji bahwa saya akan berbagi kabar baik sehingga orang bisa mendapatkan pinjaman mudah tanpa stres. Jadi, jika Anda membutuhkan pinjaman apapun, silahkan menghubungi dia melalui email: cynthiajohnsonloancompany@gmail.com dan oleh kasih karunia Allah dia tidak akan pernah mengecewakan Anda dalam mendapatkan pinjaman jika Anda mematuhi perintahnya.

      Anda juga dapat menghubungi saya di email saya: ladymia383@gmail.com dan kehilangan Sety saya diperkenalkan dan diberitahu tentang Ibu Cynthia Dia juga mendapat pinjaman baru dari Ibu Cynthia Anda juga dapat menghubungi dia melalui email-nya: arissetymin@gmail.com sekarang, semua yang akan saya lakukan adalah mencoba untuk memenuhi pembayaran pinjaman saya yang saya kirim langsung ke rekening bulanan.

      ReplyDelete
    2. Tuan Nyonya
      Terutama di seluruh dunia, Anda perlu pinjaman uang antar individu untuk mengatasi kesulitan keuangan akhirnya memecahkan kebuntuan diprovokasi oleh bank, oleh penolakan file aplikasi pinjaman Anda. Kami adalah jaringan ahli keuangan swasta mampu membuat pinjaman untuk jumlah yang Anda butuhkan dan dengan kondisi yang membuat hidup Anda lebih mudah. Kami dapat membantu Anda dalam bidang berikut:
      Keuangan *
      * Home Loan
      * Investasi Pinjaman
      * Auto Pinjaman
      * Konsolidasi hutang
      * Line of Credit
      * Kedua Mortgage
      * Akuisisi kreditan
      Anda terjebak, Bank dilarang dan Anda tidak mendapatkan manfaat dari bank atau Anda lebih baik memiliki sebuah proyek dan membutuhkan pembiayaan, kredit buruk atau membutuhkan uang untuk membayar tagihan, uang untuk berinvestasi pada bisnis. Sementara kami siap melayani anda untuk aplikasi pinjaman pribadi Anda dari € 500 sampai € 10 juta untuk masing-masing tertentu dapat membayar tingkat bunga 1,5%. Kami berada dalam posisi untuk memenuhi peminjam kami dalam waktu 12 jam sejak diterimanya permohonan mereka.
      Silahkan hubungi kami untuk lebih jelasnya;
      dangotegrouploandepartment@gmail.com
      dangotegrouploan.wordpress.com

      ReplyDelete

    Item Reviewed: Siswa Merokok di Samping Guru, Sosiolog: Ada Masalah di Sistem Pendidikan Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top