728x90 AdSpace

  • Latest News

    Thursday, 27 October 2016

    UMP Naik, Pengusaha: Kalau Produktivitas Tak Meningkat, Kita Bisa Gulung Tikar

    Bahlil Lahadalia (Foto: Grandyos Zafna)

    Jakarta - Kementerian Ketenagakerjaan menetapkan besaran kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) tahun 2017 sebesar 8,25%. Kenaikan UMP tahun depan didapatkan dengan asumsi inflasi 3,07% dan pertumbuhan ekonomi tahun 2017 sebesar 5,18%.

    Besaran kenaikan tersebut nantinya akan dipakai sebagai patokan oleh seluruh gubernur untuk menetapkan UMP di masing-masing wilayahnya, dan diserahkan ke Menteri Ketenagakerjaan paling lambat 1 November 2016.

    Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIMPI), Bahlil Lahadalia, beranggapan kenaikan upah buruh tak masalah selama memang ada peningkatan produktifitas.

    Selama ini UMP, kata Bahlil, selalu naik setiap tahun namun tidak ada peningkatan produktifitas, membuat pengusaha harus putar otak menyiasati kenaikan beban upah.

    "Kalau perusahaan dibebankan dengan upah dan gaji yang begitu besar, tanpa diiringi dengan penambahan produktifitas maka perusahaan mana pun pasti akan gulung tikar kita," ucap Bahlil ditemui di Menara Bidakara, Jakarta, Rabu (26/10/2016).

    "Harus diingat bahwa kenaikan gaji seharusnya berdampak pada kenaikan produktifitas dan profit dari perusahaan, kalau buruh minta naik gaji terus, upah naik terus, tapi tidak ada peningkatan produktifitas dan keahlian dari mereka, maka akan sulitkan perusahaan. Jadi jangan hanya dilihat dari tingkat kebutuhan buruh," tandasnya.

    Di sisi lain, kenaikan UMP yang besar juga dianggapnya menurunkan daya saing Indonesia, di saat bersamaan, pemerintah tengah beres-beres menciptakan kemudahan berbisnis.

    "Pasti perusahaan akan cari negara-negara mana yang baik untuk usahanya. Jangan memaksakan dulu, harus dihitung dulu dampak positif dan negatif besarannya," ujar Bahlil.

    Seperti diketahui, penetapan UMP tahun 2017 harus ditetapkan oleh gubernur dari 34 provinsi di Indonesia serentak 1 November 2016. Penetapan UMP harus mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi kabupaten kota dan kemampuan membayar seluruh perusahaan yang berada di daerah tersebut.

    Upah sebagaimana dimaksud terdiri atas komponen, upah tanpa tunjangan, upah pokok dan tunjangan tetap, atau upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap.

    Sementara dalam hal komponen upah terdiri dari upah pokok, tunjangan tetap, dan tunjangan tidak tetap. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015, besarnya upah pokok paling sedikit 75% dari jumlah upah pokok dan tunjangan tetap. (dna/dna)

    http://finance.detik.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: UMP Naik, Pengusaha: Kalau Produktivitas Tak Meningkat, Kita Bisa Gulung Tikar Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top