728x90 AdSpace

  • Latest News

    Monday, 28 November 2016

    Dukung Penghapusan UN, Bupati Dedi: Kelulusan dari Budi Pekerti dan Keahlian

    Foto: Bupati Dedi di Karawang/ Tri Ispranoto detikcom

    Purwakarta - Bupati Purwakarta, Dedi Mulyadi, mendukung rencana pemerintah yang akan menghapuskan Ujian Nasional (UN). Menurut Dedi, pola pendidikan di Indonesia seharusnya tidak tersentralisasi pada tingkat kualifikasi kemampuan pelajar.

    Oleh karena itu dia setuju penghapusan UN lantaran Kabupaten Purwakarta sudah sejak lama menerapkan pola pendidikan berbasis karakter dan lingkungan.

    "Sudah saatnya standarisasi kelulusan bukan pada UN tapi lebih pada budi pekerti dan keahlian. Percuma kalau dari sisi akademis unggul tapi dari budi pekerti dan keahlian mereka tidak unggul," jelas Dedi saat ditemui di Pendopo Kabupaten Purwakarta, Senin (28/11/2016).

    Pria yang baru saja menerima penghargaan Dwidja Praja Nugraha dari Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) itu mengusulkan, jika UN resmi ditiadakan maka harus ada formulasi baru untuk membuat strandarisasi. Termasuk metodologi tenaga pengajaran pun harus ikut dirombak.

    "Kalau konsep pendidikan yang sekarang itu berat. Problem kita yakni kurangnya guru yang kreatif. Kenapa? Karena para guru saat ini sibuk pada masalah administratif seperti laporan dan kenaikan pangkat. Seharusnya guru tidak dibebani hal seperti itu," ucapnya.

    Soal kurikulum, lanjut Dedi, harus segera diubah agar tidak membebani para pelajar. Bahkan sudah seharusnya pelajar tidak dibuat terpenjara di dalam kelas. Sekolah harus menjadi tempat yang menyenangkan.

    Dia mencontohkan, pola pendidikan di Findlandia hanya menerapkan dua pelajaran utama yakni bahasa nasional dan keahlian. Sementara di Indonesia para pelajar mendapat belasan pelajaran yang kesemuanya tidak terintegrasi.

    "Anak saya saja di sekolah mendapat 17 pelajaran. Pelajaran sekarang itu terlalu banyak, dan punya ego sendiri-sendiri. Sudah seharusnya disederhanakan dan pelajaran itu saling terintegrasi," tuturnya.

    Dedi mengungkapkan, pola pendidikan di Kabupaten Purwakarta yang 'menganut' pendidikan berkarakter dan berbudaya saat ini lebih menitik beratkan pada segi aplikatif, kreatif, dan produktif. Pelajar harus mempunyai bekal hidup bukan hanya secara akademis namun juga pengalaman.

    Secara pembiayaan pun hal tersebut menurutnya lebih murah lantaran pelajar bisa mensubsidi dirinya sendiri dari produktifitas yang mereka hasilkan.

    "Kalau pun UN masih dipertahankan saya rasa cukup untuk pelajar SMA atau SMK saja. Tapi UN harus terintegrasi langsung dengan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) bagi yang berminat ke perguruan tinggi negeri, dan ujian Akademi Militer (Akmil) dan Akademi Kepolisian (Akpol) bagi yang berminat menjadi TNI dan Polri," ucap Dedi.

    Mendikbud Muhadjir Effendy memoratorium pelaksanaan Ujian Nasional (UN). Dia tak ingin UN jadi momok yang membuat siswa stres. Namun Presiden Jokowi mengatakan, saat ini rencana penghapusan UN tersebut masih dalam proses.

    (nwy/mpr)
    https://news.detik.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Dukung Penghapusan UN, Bupati Dedi: Kelulusan dari Budi Pekerti dan Keahlian Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top