728x90 AdSpace

  • Latest News

    Monday, 7 November 2016

    Kotor dan Jijik, Baca Isi Orasi Dhani saat Demo 4 November Depan Istana, Kini Dia Dapat Masalah

    Ahmad Dhani

    TRIBUN-TIMUR.COM - Musisi sekaligus calon Wakil Bupati Bekasi, Ahmad Dhani turut serta dalam unjuk rasa menentang dugaan penistaan agama yang dilakukan calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Jakarta (4/11/2016).
    Mantan suami penyanyi Maia Estianty tersebut berunjuk rasa didampingi istrinya, Mulan Jameela.
    Dalam unjuk rasanya, Dhani yang dikenal anti terhadap Basuki alias Ahok serta Presiden RI, Joko Widodo alias Jokowi, menyampaikan orasi di depan Istana Merdeka.
    Namun, dalam orasinya, Dhani melakukan tindakan tak terpuji.
    Menggunakan suara lantang, dia menghina Presiden RI.
    "Saya sangat sedih sekali dan menangis mempunyai presiden yang tidak menghargai habib dan ulama," kata Dhani disambut takbir demonstran.
    Lanjut dia dalam orasinya, "Ingin saya katakan anj***! Tapi tidak boleh. Ingin saya katakan ba**! Tapi tidak boleh."
    [Orasi Ahmad Dhani. VIDEO: YOUTUBE.COM/BERITA MENARIK]
    Lontaran kata-kata kotor yang menghina presiden dari Dhani malah disambut tawa dan sorak demonstran.
    Beda dengan kelompok relawan Jokowi yang merasa tersinggung ucapan personel grup band Dewa 19 tersebut.
    Atas hinaan yang mengarah pada ujaran kebencian (hate speech) tersebut, Dhani pun dilaporkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Minggu (6/11/2016), atau dua hari setelah unjuk rasa.
    "Melihat penghinaan itu, atas desakan beberapa kawan dari Projo dan Laskar Rakyat Jokowi karena mereka menyaksikan demo 4 November saat Ahmad Dhani melakukan orasi," ujar Ketua Umum Laskar Rakyat Jokowi, Riano Oscha saat melapor.

    Juga Jorok di "Logika Ahmad Dhani"

    Gara-gara katanya terlalu jorok, Dhani juga pernah tersandung masalah terkait siaran televisi.
    Siaran dimaksud talk show “Logika Ahmad Dhani”.
    Ternyata bukan kali pertama tersandung masalah.
    Setelah Maret 2016, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menerbitkan surat peringatan kepada stasiun televisi INews TV yang menyiarkan program tersebut.
    Dalam suratnya bernomor 541/K/KPI/06/16, tertanggal 3 Juni 2016, KPI menyebut, siaran yang melanggar adalah siaran pada Minggu (22/5/2016), pukul 22.15 WIB dan Minggu (24/4/2016), pukul 21.47 WIB.
    Dalam siaran yang dipandu musisi Ahmad Dhani tersebut, ditemukan pelanggaran terhadap norma kesopanan dan kesusilaan sebagaimana telah diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) KPI Tahun 2012.
    Pertama, adanya omongan “kotor” terlontar.
    Kedua, dihadirkannya pekerja seks komersial yang menceritakan secara detail praktik prostitusi.
    Program siaran tersebut mengangkat tema ‘Serat Centhini’ yang di dalamnya terdapat dialog ‘…ketika laki-laki itu semakin dewasa, kepuasan itu justru ketika perempuan itu orgasme’, ‘kalo buat gue harus dua-duanya, kepuasan gue ketika kita berdua sama-sama orgasme’, ‘menurut saya puas itu pas menuju’, ‘aku suka mencoba kalo seks itu gak cuma on the bed aja…’, ‘…untuk seorang dengan lakinya kamu itu, mau gak kalo misalnya 2 laki-laki 1 perempuan?
    Meskipun program siaran ini telah menghadirkan psikolog/seksolog dalam pembahasan tema tersebut serta telah ditayangkan pada jam tayang Dewasa (pukul 22.00-03.00 waktu setempat), namun KPI Pusat menilai beberapa dialog yang ditayangkan tidak disajikan secara santun dan berhati-hati serta cenderung vulgar.”
    Selain itu, pada tanggal 24 April 2016 pukul 21.47 WIB program siaran tersebut menghadirkan seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) yang di dalamnya terdapat percakapan mendetail tentang praktik prostitusi. Pertanyaan yang diajukan diantaranya mengenai sejak kapan wanita tersebut terlibat prostitusi, sejak usia berapa ia tidak perawan, apa alasannya masuk ke dunia prostitusi, siapa klien pertamanya, berapa tarif harga, jenis layanan seks dan sudah berapa lama jadi PSK.
    [Pengumuman sanksi KPI terhadap talkshow "Logika Ahmad Dhani".]
    Demikian penjelasan KPI sebagaimana dimuat pada laman Kpi.go.id.
    Bagi KPI, muatan tersebut tidak dapat ditayangkan karena bertentangan dengan norma kesopanan dan berpotensi mendorong khalayak untuk terlibat dalam praktik prostitusi.
    Atas pelanggaran ini, INews TV diminta lebih berhati-hati lagi dalam menyajikan pembahasan tema dewasa.
    Sebelumnya, teguran kepada INews TV atas tayangan “Logika Ahmad Dhani” dilayangkan pada Maret 2016.
    Siaran melanggar ditemukan pada Minggu (6/3/2016), pukul 22.00 WIB, dengan episode 'Hakikat Pernikahan'.
    Dhani sebagai host bersama dan Melanie Ricardo sebagai co-host menghadirkan Nikita Mirzani dan Andi Soraya.
    Saat siaran berlangsung, Dhani beserta Melanie dan kedua bintang tamunya bermain 'jawab spontan'.
    “Mas Dhani pegang yang punya Nikita,” ujar Melanie.
    “Hah? Kamu mau pegang yang punya aku?" sambut Nikita.
    “Jawabannya yang cepet ya,” kata Dhani.
    “Jangan cepet-cepet, nggak ada feel-nya kalo cepet-cepet. ‘Kan aku udah bilang harus pake feel,” ujar Nikita.
    “Gedean yang lokal atau yang bule?” tanya Dhani.
    Bule," jawab Nikita.
    "Emang lebih gede lebih enak ya?" kata Dhani.
    Lalu, Nikita menjawab, "tergantung."
    Menurut KPI, dalam acara itu, terdapat muatan percakapan yang tidak laik untuk ditayangkan.
    KPI memandang, meski program tersebut tayang pada pukul 22.00 WIB, namun tetap wajib memperhatikan muatan-muatan yang disiarkan agar tidak bertentangan dengan nilai-nilai atau norma masyarakat.
    "Jenis pelanggaran ini dikategorikan sebagai pelanggaran atas norma kesopanan dan kesusilaan serta larangan menampilkan percakapan tentang rangkaian aktivitas seks dan/atau persenggamaan," demikian keterangan KPI.(*)
    Editor: Edi Sumardi
    Sumber: Tribun Timur
    http://makassar.tribunnews.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Kotor dan Jijik, Baca Isi Orasi Dhani saat Demo 4 November Depan Istana, Kini Dia Dapat Masalah Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top