728x90 AdSpace

  • Latest News

    Monday, 5 December 2016

    Antasari: Saya senang dalang pembunuh Nasrudin dibongkar

    Antasari Azhar bebas bersyarat. ©2016 merdeka.com/didi syafirdi

    Merdeka.com - Raut lelah terlihat di wajah Antasari Azhar. Hingga sore tamu tak berhenti menyambangi kediamannya di Perumahan Les Belles, Kota Tangerang. Hari itu, setelah menjalani 7 tahun 6 bulan kurungan Antasari akhirnya kembali menghirup udara bebas.


    Kemeja merah marun dikenakannya dari Lapas Klas I Tangerang 'banjir' keringat. Saking ramainya dia pun tak sempat berganti setelan. Bahkan, curi waktu untuk isi perut pun sulit.

    Mantan ketua KPK itu agak terlihat bingung, tak bisa satu per satu tamu dia kenali. Setelah memotong tumpeng, beberapa permintaan wawancara dia layani. Sesekali terpidana 18 tahun penjara itu terlihat bercengkrama dengan keluarga dan menggendong cucu bontotnya.

    Sekitar pukul 15.00 WIB, rumah besar berlantai dua itu sudah tak penuh sesak. Setelah bertemu dengan sesepuh anggota keluarga, Antasari memilih jalan ke luar rumah. "Ayo ke saung saja," kata mantan kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (10/11).

    Saung berada di sisi kanan rumah. Sambil santai suami Ida Laksmiwati itu menjawab berbagai rentetan pertanyaan. Dia pun sempat meminta dibuatkan kopi hitam. Obrolan pun semakin menarik.

    Selama 38 menit Antasari meladeni pertanyaan, mulai rencana membongkar dalang kasus pembunuhan Direktur PT Putra Rajawali Banjaran (PBR), Nasrudin Zulkarnaen, keberadaan Rani Juliani, serta hubungannya dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Jusuf Kalla dan para mantan pimpinan KPK.

    Berikut petikan wawancaranya:

    Apakah bapak akan membongkar dalang pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen? 

    Jadi kesimpulannya kamu ingin saya membuat gaduh lagi? Republik ini sudah puas dengan kegaduhan, saya tidak mau menambah kegaduhan berlanjut. Biar lah saya tenang dulu. Apa yang anda sampaikan itu perasaan saya, kenapa saya ikhlaskan supaya saya tenang dalam 3 bulan ini berkumpul dengan keluarga. Setelah tiga bulan nanti kita lihat perkembangannya.

    Maksudnya setelah tiga bulan akan buka-bukaan?

    Bukan, saya melawati masa transisi, mulai kehidupan dari Lapas ke kehidupan masa bebas ini saya harus menyesuaikan diri. Contohnya, saya tadi melihat HP saya masih terbayang suasana di dalam, saya agak takut-takutkan. Nah suasana itu harus saya tata. Nanti setelah tiga bulan saya akan menentukan sikap. Saya mau ke mana dan akan berbuat apa.

    Saya sudah puas melakukan dari mulai 7 tahun, 6 tahunnya saya melakukan perlawanan hukum kan, mulai banding, kasasi, PK terus uji materi gugatan perdata semuanya kan gagal karena apa? Saya tidak bisa menyidik sendiri dan tidak bisa mutus sendiri. Kalau saya bisa mutus sendiri lain persoalannya. Jadi setelah 3 bulan nanti tenang, setelah saya umroh rencana saya akan menentukan sikap mau ke mana dan berbuat apa nanti lihat saja.

    Katanya bapak tanggal 26 November ada agenda dengan pak JK, benar?

    Hari ini saya pulang saya sudah bilang sama keluarga saya ini wartawan pasti banyak di LP dan di rumah, biasanya begitu kan. Masak kita ngobrol-ngobrol tidak ada buah mejanya jadi siapkan makanan saja. Nah syukuran kita sudah siapkan tanggal 26 November, baru mengundang tuh. Mengundang senior saya di kejaksaan yang sudah pensiun yang pernah datang ke LP, kemungkinan Pak JK saya undang.

    Kenapa Pak JK saya undang? Selaku pribadi bukan selaku Wapresnya karena beliau waktu saya di sana saya masuk LP Tangerang 3 Januari 2011, setelah dua tahun saya ditahan di Polda kan. Setelah saya di sana kira-kira 10 bulan menjelang lebaran Pak JK membawa kue titipan dari Bu JK serahkan ke saya.

    Setelah itu beliau menjadi saksi pernikahan anak saya. Nah saya mikir seorang JK yang waktu itu tidak punya posisi apa-apa terus terakhir menjelang menjadi Wapres kok dia mau datang ke rumah napi yang mau menikahkan anaknya. Di situ saya lihat beliau punya empati yang tinggi, apa salahnya saya undang beliau nanti. Jadi tidak hanya Pak JK.

    Di mana acaranya?

    Di suatu tempat yang biasa saya pakai di Grand Zuri BSD. Iya yang dekat sini saja.
    SBY tidak diundang pak?

    Ingat pun enggak saya.

    Ada tidak mantan presiden, pejabat di Kabibet Indonesia Bersatu (KIB) mengucapkan selamat sudah bebas?

    Saya belum buka HP, mungkin ada tapi saya belum buka HP.

    Kolega bapak yang di KPK ada yang datang hari ini?

    Karena ini spontan kalian yang paling banyak melihat, satu-satu saya susah.

    Bekas wakil KPK bapak yang punya empati kayak Pak JK siapa?

    Alhamdulillah belum ada ya, mungkin KPK punya kode etik tidak boleh bertemu orang bermasalah atau berpotensi bermasalah. Mungkin mereka anggap saya bermasalah.

    Sama sekali tidak pernah ada yang melihat bapak?

    Ada SMS hanya protokolnya. Protokolnya Mbak Henny, 'selamat ya pak'. Kalau komisioner Alhamdulillah tidak ada.

    Ada komunikasi dengan terpidana lain, Sigit Haryo Wibisono dan Wiliardi Wizard?

    Wiliardi masih. Waktu dibebaskan bersyarat juga datang ke LP melihat saya, hanya Wiliardi.

    Selain itu tidak ada lagi pak?

    Enggak, karena mungkin Wiliardi sibuk dengan kehidupannya kan sekarang.

    Sigit tidak?

    Tidak pernah sama sekali.

    Kalau Rani hilang ke mana pak?

    Mas ini nyimpan kali.

    Masih misteri itu pak?

    Kan sudah saya bilang saya sudah ikhlaskan, ya sudah kan kalau saya masih buka kan tidak ikhlas. Keikhlasan saya muncul supaya saya ringan, beban saya ringan untuk kumpul keluarga ringan. Kalau saya masih memendam itu berarti saya tidak ringan dong. Jadi hidup membawa dendam sakit nanti, nah masalah dikatakan akan mengungkap ya saya akan senang mau diungkap.

    Tadi dikatakan sudah ikhlas, adik Nasrudin menagih bapak buka dalang di balik kasus pembunuhan?

    Janji, ya nanti saya akan berbicara dengan yang bersangkutan.

    Ada tidak rencana menyambangi keluarga Nasrudin?

    Ya lihat nanti dalam waktu 3 bulan, kemarin mereka sih janji mau hadir di LP ternyata mereka konpers di Makassar.

    Katanya kalau bapak tidak mau mengungkap mereka akan mengungkap sendiri?

    Ya bagus sekali, saya bantu.

    Bapak bebas ada tidak pihak lain ketakutan? Bapak kan bilang setelah tiga bulan sikap bisa berubah lagi?

    Iya begini ya, masalah mereka khawatir, ketakutan itu bukan urusan saya, itu perasaan mereka saja. Kalau mereka tidak merasa bersalah kenapa mereka harus takut. Kalau mereka mau berbuat ya mereka harus bertanggung jawab. Begitu saja gampangnya.

    Ada tidak bahan dan datanya pak bongkar kasus ini?

    Anda kan juga pengen makan. Kenapa saya ngomong begitu saya buktikan kok. Ada tiga doa saya. Pertama 'ya Allah, sekali pun saya di dalam keluarga saya di luar, di rumah berikan kesehatan untuk ku dan keluargaku'. Kedua 'ya Allah, kenapa saya berada di sini, ditahan. Ada apa ini? Siapa yang melakukan ini semua? Tolong tunjukan dengan tanda-tanda'. Semua atas ulah siapa? Ketiga 'ya Allah, sekali pun saya berada dalam tahanan mohon tinggikan derajat ku sebagai manusia'. Hanya itu doa saya.

    Muncul tanda-tandanya pak?

    Nah dengan doa kedua itu dikit demi sedikit muncul, tiba-tiba ada teman besuk bawa transkip sudah di-print dari blog mantan wartawan mengatakan bahwa mereka pernah dikumpulkan dengan dana tidak terbatas untuk hancurkan Antasari. Jangan ragu dana kita tidak terbatas.

    Nah saya melalui Boyamin cari ini wartawan, siapa suruh ketemu saya. Cari itu 6 bulan baru ketemu, ketemu saya, 'mas menulis ini? Jawab dia, 'iya menulis ini'. Saya mau tanya siapa yang mimpin pertemuan ini, pertemuan di salah satu karaoke di Jalan Thamrin.

    Siapa yang mimpin, dia enggak mau berbicara. Yang penting menulis itu terserah mau diapain. Loh kalau anda jujur ngomong dong itu nanti saya yang bekerja siapa orangnya. Terus dia memang saya kenal dari salah satu media di Jakarta, waktu itu orang terakhir yang wawancara saya di KPK di ruang kerja saya. Kemudian bubar di parkiran, ditemui orang yang mimpin itu. Dia dibilang 'maaf saya mundur, saya merasa Antasari tidak bersalah sama saya kenapa saya harus menghancurkan dia'.

    Artinya dalam artian berita digulirkan terus di-bully lah biar publik benci sama Antasari. Tapi sayangnya dia itu tidak menyebutkan. Saya bilang gini, 'kalau anda takut bisikan saja telinga saya siapa yang mimpin rapat tapi tidak mau'. Kalau anda takut dibisikin, anda pulang ini nomor saya kirim lewat SMS tetap saja tidak mau. Pokoknya saya sudah nulis terserah bapak mau diapain, kalau gitu anda salah satu wartawan yang tidak bertanggungjawab dong.

    Selain wartawan itu ada petunjuk lain?

    Sebenarnya ada sih, tapi nanti saja lah.

    Artinya 3 bulan nanti akan berubah sikap?

    Hati saya sih tidak akan beda. Kalau saya tidak mau bongkar, mereka sendiri (keluarga Nasrudin), saya senang, silakan. Kalau bisa kerjasama tapi bukan saya, saya hanya beri masukan artinya strateginya. Berita wartawan tadi kita kembangkan.
    Sebetulnya jujur saja sejak tahun 2010 saya sudah laporkan di sidang, sudah terbukti SMS ancaman itu bukan dari saya. Ahli mengatakan tidak ada dari saya. Dengan data itu saya laporkan ke Polda, cyber-nya bahwa ada pelanggaran UU ITE, ada orang melakukan kegiatan SMS menggunakan nama saya tolong diusut. Tapi Alhamdulillah sejak 2010 sampai saat ini tidak ada tindak lanjutnya.

    Setiap lawyer saya tanyakan, jawabnya cuma satu, 'belum ada petunjuk dari pimpinan'. Nah dengan pertimbangan itu lah maka saya sudah ikhlaskan karena apa pun yang saya buat tidak akan pernah terbuka. Sementara kalau ada yang membongkar siapa kan harus lembaga resmi, ada penyidik dan penuntutan persidangan begitu.

    Rezim sekarang kan sudah berganti mungkin ada harapan?

    Itu kan prediksi, asumsi bisa iya bisa tidak, capek saya. Saya pesimis, capek kan berharap, ikhlaskan saja sudah tenang. Saya katakan saya pengagum Raden Wijaya yang pernah pimpin Majapahit. Satyameva Jayate bahwa 'kebenaran itu suatu saat akan berjaya'. Masa kebenaran itu suatu saat akan terbukti kan.

    Saya tunggu itu saja, siapa tahu tidak disangka kan tiba-tiba kayak Sengkon Karta keluar dari penjara. Setelah 7 tahun terjadi lah perampokan diikuti pembunuhan, diperiksa penyidik ternyata dialah yang bunuh orang itu, loh kok jadi Sengkon Karta yang dituduh? Akhirnya keluar lah dia, saya harapkan seperti itu.

    Soal mengajukan grasi tanggapannya seperti apa pak?

    Saya sudah bebas bersyarat kok mengajukan grasi juga kan begitu. Nah bebas bersyarat ini belum menghilangkan statusnya sebagai terpidana, syaratnya belum hilang. Saya mengajukan grasi dengan harapan dapat dari presiden, apakah pengurangan atau penghapusan. Apa pun bentuknya pengurangan atau penghapusan maka bersyarat saya hilang kalau diberikan grasi, tapi kalau tidak, ya kayak ini bersyarat, tidak berarti grasi saya ditolak nanti masuk di dalam lagi, tidak.

    Jadi, penghilangan bersyarat itu ya pak?

    Maunya saya. Kalau grasi dua kemungkinan pengurangan hukuman dan penghapusan jadi tidak pernah dihukum. Kalau pengurangan hukum, taruh lah kosong kurangin berapa, kurang lima tahun tinggal tiga belas. Kalau tiga belas berarti 13 kali 2 sama dengan 26, dibagi 3 berarti 8, hanya 8 tahun saya tinggal di sini, sudah bulan kapan saya harus bebas.

    Menjelang pembebasan bapak banyak yang sedih rekan di lapas, kenapa?

    Saya di dalam itu ditunjuk oleh kepala lapas sebagai koordinator pemuka, maksudnya di dalam lapas banyak kegiatan ada olahraga, masjid, vihara dan gereja. Ada kegiatan marawis dan pengajian dan lain-lain lah. Nah saya membawahi pemuka-pemuka itu setiap bulan kumpul saya tanya gimana keadaan blok kondusif, tidak atau ada masalah apa.

    Kadang-kadang mereka nanti makannya di rumah ini, saya bikin saung ini. Saya juga punya saung di dalam di situlah mereka berdiskusi curhat ke saya, saya berikan solusinya nah persepsi saya mereka tuh pasti kehilangan mereka mau curhat ke mana lagi.

    Ada keinginan terlibat dalam pemerintahan, kembali ke KPK?

    Ya paling saya sebagai masyarakat biasa ya menyarankan saja, sama dengan anda bertanya ke KPK, menyarankan ke situ. Saya sudah tidak punya jabatan dan kewenangan lagi, sedangkan masuk KPK lagi sudah ada sistem.

    Sebetulnya yang saya sangat rindukan selama di dalam (Lapas), keluarga saya bertambah mendapatkan dua mantu dan tiga cucu dulu saya kalau berjalan hanya berempat dan dua anak saya sekarang bertambah lagi. Kalau jalan cukup satu mobil saja karena tadi tidak muat saya sewa bus supaya muat di dalam mobil itu (saat penjemputan di Lapas).

    Ada makna bebas pukul 10 dan tanggal 10?

    Itu sebuah kebetulan saja

    Tanggal sakral mungkin pak?

    Kebetulan saja, kalau saya tanya balik masuk tahanan 4 Mei 2009 sehingga per tiga tanggal 10, mungkin saya sudah bebas dari kemarin-kemarin. Jadi kebetulan saja.

    Selama menjalani di Lapas mungkin ada sahabat yang komunikasi?

    Saya baru sampai di rumah, pasti nanti ada komunikasi entah besok atau lusa. Tentu saya ingin tahu kondisi di dalam kan, karena saya sudah pesan teman-teman di dalam untuk kondusif dan mereka tetap menjalani kegiatan masing-masing jangan terpaku kegiatan yang dulu jadi masuk narkoba dan lain-lain.

    Perubahan apa yang bapak rasakan setelah keluar LP?

    Ya dulu saya masih punya kewenangan untuk melakukan apa, sekarang kan tidak ada semua dipreteli. Saya tidak berubah, walau di dalam masih melakukan itu dalam artian bahwa aturan harus ditegakkan, secara pribadi saya tak berubah.
    [did]
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Antasari: Saya senang dalang pembunuh Nasrudin dibongkar Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top