728x90 AdSpace

  • Latest News

    Wednesday, 5 April 2017

    Donald Trump tuding RI curang dalam berdagang, ini pembelaan BI

    Donald Trump. ©businessinsider

    Merdeka.com - Bank Indonesia (BI) menilai tuduhan Presiden Donald Trump bahwa Indonesia curang dalam berdagang dengan Amerika Serikat (AS) tidak tepat. Sebab, dari tiga indikator kecurangan perdagangan dari AS, tak satupun ada di Indonesia.
    Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, alasan pertama Indonesia tidak melakukan kecurangan ialah dari indikator surplus perdagangan yang mencapai USD 20 miliar terhadap Amerika.
    "Indonesia surplusnya hanya sekitar USD 13 miliar," ujarnya saat ditemui di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu (5/4).
    Kedua, negara tertuduh curan disebut mempunyai neraca transaksi berjalan atau current account mengalami surplus. "Indonesia malah defisit USD 16,35 miliar atau 1,75 persen dari PDB, jadi tidak termasuk," tuturnya.
    Ketiga, negara tertuduh sengaja melakukan intervensi untuk menurunkan nilai mata uang. Tujuannya agar produk ekspornya bisa lebih murah untuk masuk ke Amerika Serikat.
    "Indonesia ini yang terjadi kalau sedang terjadi gejolak, BI intervensi untuk pengendalian pasar untuk mencegah Rupiah melemah. Yang disasar Trump, negara yang sengaja membuat lemah currencynya," jelasnya.
    Namun, Mirza tetap meminta pemerintah untuk mewaspadai perkembangan keputusan oleh pemerintah Amerika Serikat. "Dari executive order itu 3 bulan lagi akan keluar report mengenai negara-negara yang dianggap Amerika melakukan unfair," tutupnya.
    Sebelumnya, pada Senin (3/4), Kementerian Dalam Negeri AS mengeluarkan daftar 16 ekonomi yang dirasa memiliki hubungan perdagangan tidak seimbang dengan Negeri Paman Sam tersebut.
    Indonesia berada di nomor urut 15 dengan surplus perdagangan sebesar USD 13 miliar terhadap Amerika Serikat.
    Dalam daftar tersebut, perdagangan AS defisit paling besar terhadap China sebesar USD 347 miliar diikuti berturut-turut Jepang, Jerman, Meksiko, Irlandia, Vietnam, Italia, Korea Selatan, Malaysia, India, Thailand, Prancis, Swiss, dan Taiwan.
    Sementara itu, di bawah Indonesia atau nomor urut 16 adalah Kanada dengan surplus sebesar USD 11 miliar. [idr]
    https://www.merdeka.com
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Donald Trump tuding RI curang dalam berdagang, ini pembelaan BI Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top