728x90 AdSpace

  • Latest News

    Monday, 3 April 2017

    Radang Tenggorokan, Tidak Selalu Harus Minum Antibiotik


    Saat mengalami gejala-gejala seperti sakit menelan, tenggorokan terasa kering, perih dan panas, malas makan, bahkan demam, itu tandanya kita sedang terkena radang tenggorokan. Radang tenggorokan merupakan reaksi yang dikeluarkan oleh tenggorokan, sebagai akibat dari infeksi kuman (bakteri, virus, dan jamur) atau paparan zat-zat yang menyebabkan iritasi (contoh: asam lambung, alkohol, zat-zat korosif, dan lain-lain).
    Mengobati radang tenggorokan identik dengan pemberian antibiotik. Padahal, untuk menentukan penggobatan yang tepat, harus dicari tahu dulu penyebabnya. Radang tenggorkan yang umum menyerang biasanya disebut radang tenggorokan akut. Radang tenggorokan ini kalau ditangani dengan baik bisa sembuh dalam beberapa hari.
    Bahkan terkadang kalau radangnya tidak terlalu berat dan tubuh mampu menyesuaikan diri untuk melawannya, maka radang bisa sembuh dengan sendirinya. Tapi, pada kasus radang tenggorokan berat dengan kerusakan yang luas, perlu waktu perawatan yang lebih lama.
    Menurut dr. Emanuel Quadarusman, Sp.THT-KL dari Siloam Hospitals Makasar, pengobatan radang tenggorokan harus dilakukan berdasarkan penyebabnya. Jika disebabkan infeksi kuman, maka perlu diberi anti infeksi, menghindari penyebab iritasi, serta pengobatan suportif seperti antinyeri dan antiradang. Namun, bila radang tenggorokan disebabkan oleh faktor lain, maka sebaiknya diobati berdasarkan penyebabnya.
    “Untuk pengobatan radang tenggorokan sebenarnya tidak selalu harus menggunakan antibiotik. Pemberian antibiotik hanya dilakukan bila radang tenggorokan yang terjadi disebabkan oleh bakteri. Antibiotik menyembuhkan radang tenggorokan dengan membunuh atau mengurangi kuman penyebab,” jelas dokter Emanuel.
    Radang tenggorokan kronis berlangsung lebih lama daripada radang tenggorokan akut. Gejalanya sama dengan gejala-gejala radang tenggorokan akut, namun intensitas dan kualitasnya lebih ringan. Proses pengobatannya pun lebih lama, namun seberapa lamanya sangat bervariasi tergantung penyebabnya.
    Biasanya radang tenggorokan kronis dipicu faktor-faktor lain diluar tenggorokan. Pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter THT sebenarnya sama saja dengan pemeriksaan pada kasus radang tenggorokan akut, hanya bedanya dokter akan melakukan pemeriksaan yang lebih luas untuk mencari faktor-faktor pemicunya, baik dari lingkungan sekitar maupun dari internal tubuh. Secara umum pengobatan radang tenggorokan seperti pemberian antiradang, antinyeri, dan pengobatan suportif lainnya juga hampir sama. Tapi, kalau ada penyakit lain yang mendasari terjadinya radang tenggorokan kronis, maka penyakit tersebut juga harus diobati.
    Sumber: Majalah Silver Siloam Hospitals
    http://www.1health.id
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Radang Tenggorokan, Tidak Selalu Harus Minum Antibiotik Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top