728x90 AdSpace

  • Latest News

    Monday, 3 April 2017

    Upaya Menginternasionalkan Dongeng Indonesia ke Mancanegara

    Foto: Andi Sururi

    Bologna - Untuk ketiga kalinya Indonesia menjadi peserta pameran buku anak-anak terbesar di dunia, Bologna Children's Book Fair. Tahun ini tema yang diusung adalah 'Seeing Tales'.

    Selama empat hari, 3-6 April 2017, lebih dari 250 judul buku anak-anak dan remaja dari berbagai kategori seperti dongeng, cerita rakyat, seni tradisi, fantasi, buku anak-anak religi, serta buku pengajaran bahasa dan pengembangan karakter, akan dipamerkan selama tiga hari di Bologna Fiere, Bologna, Italia.

    Paviliun Indonesia menempati Hall 29 Stand A29, seluas 64 meter persegi, bernuansa pastel dengan sapuan kuning dan merah, yang didesain oleh Andro Kaliandi. Untuk menguatkan tema yang dipilih, enam karya ilustrasi buku terpilih ditampilkan sebagai bagian dari "etalase" booth Indonesia.

    Satu di antaranya adalah ilustrasi dari buku berjudul 'The Dancing Folktales' karya Evelline Andrya, yang menampilkan sosok cerita wayang, Hanoman.

    Menginternasionalkan Dongeng Indonesia ke MancanegaraFoto: Andi Sururi


    "Seeing Tales kami pilih sebagai tema tahun ini karena Indonesia kaya akan cerita. Dari satu etnik di Indonesia saja, misalnya, ada begitu banyak dongeng. Di Bologna kali ini fokus utama kami adalah menampilkan (cerita) keseharian anak Indonesia (melalui buku)," tutur ketua Komite Buku Nasional (KBN), Laura Prinsloo.

    Disebutkan Laura, buku anak-anak (dan remaja) memiliki keistimewaan di dalam dunia literasi di Indonesia karena market share-nya adalah yang terbesar dibanding genre-genre lain, baik dari segi penerbitan maupun penjualan, yakni sekitar 23%.

    "Buku anak kita banyak sekali diminati penerbit asing dan menjadi genre terpopuler di pameran buku Frankfurt sejak tahun 2015. Tak cuma itu, Indonesia juga punya banyak ilustrator hebat yang memang sudah mendunia, dan sudah saatnya mereka dipromosikan," tambah wanita 33 tahun itu.

    Menginternasionalkan Dongeng Indonesia ke MancanegaraFoto: Andi Sururi


    Ya, pameran buku internasional memang merupakan kesempatan terbuka bagi para penerbit, penulis, maupun ilustrator untuk memasarkan karya-karyanya di pasar internasional. Catatan KBN, dalam dua tahun terakhir ada lebih dari 300 penjualan hak cipta pelaku penerbitan Indonesia di mancanegara.

    "Pada keikutsertaan pertama Indonesia di Bologna Children's Book Fair (2015), memang tidak ada lisensi yang terjual. Tapi kehadiran kita langsung mendapat perhatian. Di tahun berikutnya, 33 karya kita terjual ke luar negeri. Harapan kita tentu saja tahun ini bisa lebih banyak lagi," tutur Laura.

    Semangat tim KBN pada Bologna Children's Book Fair 2017, yang juga didukung oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, terlihat ketika mereka sudah "buka lapak" sejak H-2. Tiba di Bologna pada Sabtu (1/4) sore, mereka langsung ke arena pameran untuk mulai menata booth Indonesia, di saat sebagian besar peserta dari puluhan negara baru melakukannya pada hari minus satu. 

    Tim Komite Buku Nasional dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Prof. Dr. Surya Rosa Putra, MS. (detikcom/andi)Tim Komite Buku Nasional dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Paris, Prof. Dr. Surya Rosa Putra, MS. (detikcom/Andi)


    Ini adalah edisi ke-54 Bologna Children's Book Fair, yang setiap tahunnya diikuti 1.200 peserta dari lebih dari 70 negara. Di tempat ini berkumpul para penulis, ilustrator, penerbit, agen, produser TV & film, toko buku, pustakawan, dan pelaku industri digital untuk melakukan jual-beli hak cipta, memperoleh kontrak baru, mengembangkan lini bisnis baru, serta mendiskusikan berbagai tren di dunia literasi anak dan remaja.

    Ajang pameran buku ini juga memberikan sejumlah penghargaan termasuk Bologna Ragazzi Award, yang sering menjadi batu loncatan menuju bisnis yang sukses bagi penerbit kecil yang kurang dikenal.

    Upaya Menginternasionalkan Dongeng Indonesia ke MancanegaraFoto: Andi Sururi

    (a2s/nu2)
    https://hot.detik.com

    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Upaya Menginternasionalkan Dongeng Indonesia ke Mancanegara Rating: 5 Reviewed By: Copas Sanasini
    Scroll to Top